Selasa, 26 Mei 2009

Resume " Metodelogi Penelitian"

BAB 1


METODELOGI PENELITIAN PENDIDIKAN



A. HAKEKAT PENELITIAN

Ada beberapa permasalahan penting yang akan akan dibahas dalam bab hakikat penelitian. Permasalahan tersebut merupakan permasalahan penting yang harus di pecahkan apabila seseorang ingin mengetahui seluk-beluk penelitian yang dimulai sejak awal. Beberapa permasalahanyang sering berkaitan dengan hakikat penelitian adalah:
1) Apakah penelitian itu ?
2) Apakah sumber-sumber ilmu pengetahuan ?
3) Bagaimanakah membedakan antara tipe-tipe penelitian yang ada ?

1. Apakah Penelitian Itu ?
Pertanyaan itu adalah pertanyaan hakiki yang berkaitan dengan dasar filosofis yang berkaitan erat dengan ontology suatu penelitian yang menjawab tentang pertanyaan what is real ? Atau apakah realitas dari penelitian ? Untuk memperoleh jawaban tesebut, alangkah baiknya jika seorang peneliti mencari masalah yang yang biasanya di jabarkan dalam bahasan penelitian. Adapun cirri-ciri penelitian yang memiliki dasar positivis, di antaranya adalah ssebagai berikut:
a. Menekankan objektivitas secara universal dan tidak di pengaruhi oleh ruang dan waktu.
b. Menginterpretasi variabel yang ada melalui peraturan kuantitas atau angka.
c. Memisahkan antara peneliti dengan objek yang hendak di teliti. Membuat jarak antara peneliti dan yang diteliti, dimaksudkan agar tidak ada pengaruh atau kontaminasi terhadap variable yang hendak diteliti.
d. Menekankan penggunaan metode statistik untuk mencari jawaban permasalahan yang hendak diteliti.
Bila diperhatikan secara lebih cermat,dalam mencari batasan tentang apakah penelitian itu itu maka akan diperoleh bahwa setiap pakar akan memberikan jawaban yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut diantaranya di pengaruhi adanya factor yang melatar belakangi peneliti.
Mengenai beberapa macam batasan peneliti, berikut akan diberikan beberapa contoh tentang macam-macam batasan penlitian.
Penelitian tidak lain adalah art and scicense guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan (Yosephdan Yoseph 1979). Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian.
Penelitian pula dapat diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan, baik itu discovery dan invention.Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebetulnya sudah ada,misalkan penemuan Benua Amerika.Sedangkan invention dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta. Misalnya hasil cloning dari hewan yang sudah mati dan dinyatakan punah,kemudian diteliti untuk menemukan jenis yang baru.

2. Apakah Tujuan Penelitian ?
Tidak semua kegiatan sulit dan melelahkan karena memerlukan biaya, tenaga, dan waktu. Beberapa tujuan penelitian yang hendak dicapai dapat dilihat diantaranya termasuk pada keterangan dibawah ini.
a. Memperoleh Informasi Baru
Penelitian biasanya akan berhubungan dengan informasi atau data yang masih baru jika dilihat dari aspek peneliti. Walapun mungkin saja suatu data atau fakta tersebut telah ada dan berada di suatu tempat dalam waktu lama. Contoh datas yang sering ditemui dalam kondisi tersebut misalnya adalah fakta sejarah yang di peroleh di sebuah situs desa Wonoboyo, Klaten. Dari situs tersebut telah di temukan di antaranya peniggalan peradaban masyarakat yang merupakan bangunan kuno. Hasil-hasil temuan tersebut menurut para ahli arkeologi adalah peninggalan pada zaman Mataram kuno.
b. Mengembangkan dan Menjelaskan
Tujuan yang kedua adalah mengembangkan dan menjelaskan. Fungsi kesua ini penting dan bermanfaat secara signifikan ketika para peneliti berusaha memecahkan permasalahan dengan tidak mengigkan tejadinya pengulangan kerja atau pengguanaan tenaga yang sia-sia. Dengan melakuakan pengembangan dan usaha menjelaskan melalui teori yang didukung oleh fakta-fakta penujang yang ada, peneliti akan dapat sampai pada pemberian pernyataan sementara yang sering disebut sebagai hipotesis penelitian.
c. Menerangkan, Memperdiksi, dan Mengontrol Suatu Ubahan
Ubahan yang di dalam sitilah penelitian disebut variabel adalah simbol yang digunakan untuk mentransfer gejala kedalam penelitian. Seorang peneliti perluh mengetahui variabel yang disebut variabel bebas atau independent variable dan variabel tergangtung atau sering pula disebut dependent variable, sehingga dia dapat mengetahui secara past pengaru variabel satu terhadap variabel yang lainnya.Tujuan penelitian yang ketiga ini penting dalam aspek akademika karena dengan memiliki kemampuan yang mencakup menerangkan, memprediksi, dan mengontrol sesuatu, dapat dikatakan bahwa seorang tersebut adalah orang ahli atau umaroh yang memilki kelebihan dibandingkan orang awam.

3. Karakteristik Penelitian
Banyak yang berpikir dan kemudian beranggapan, bahwa seorang yang datang, melihat secara cermat suatu peritiwa.,dan kemudian melaporkannya kepada orang lain dikatakan dia telah melakukan penelitian. Demikian juga dengan seseorang yang bertatap muka dengan seorang guru di sekolah,melakukan Tanya jawab dengan guru tersebut, kemudian mencatat hasil tatap muka tersebut , dikatakan bahwa di telah melakukan penelitian.
Agar mempunyai gambaran yang komprehensif tentang suatu kegiatan penelitian, berikut ini akan ditampilkan secara singkat beberapa karakteristik penelitian. Beberapa karakteristik tersebut, di antaranya seperti berikut:
1. Mempunyai tujuan penelitian. Tujuan penelitian adalah penting dalam setiap kegiatan penelitian. Kegiatan sesibuk dan sesukar apapun hanya dapat disebut bersibuk-sibuk,jika mereka tidak mempunyai tujuan.
2. Mencakup kegiatan pengumpulan data baru. Seorang peneliti yang tidak tejun dan mencari data dilapangan, tidak melakukan pengumpulan data, tidak melakukan pengamatan, serta pengontrolan terhadap objek yang diteliti maka kegiatan yang dilaporkan tidak dapat dikategorikan sebagai kegiatan penelitian.
3. Mencakup kegiatan yang terencana dan sistematik. Sistematika permasalahan tersebut dituangkan kedalam bentuk proposal penelitian yang biasanya mengandung unsur–unsur penting, agar para peneliti tidak mengalami hambatan ketika mereka terjun dilapang. Unsur-unsur proposal penelitian tersebut termasuk:
a) judul penelitian
b) pendahuluan
c) kajian pustaka
d) metode penelitian
e) jadwal penelitian, personalia,dan
f) anggaran penelitian dan lampiran-lampiran yang relevan.
4. Mengunakan analisis logis. Melakukan penelitian bukan kegiatan menulis pendapat, sikap atau pihak mana seseorang ketika menghadapi persoalan. Seorang peneliti harus melakukan kegiatan penelitian dengan menggunakan objektivitas yang universal. Analisis logis yang mengedepankan objektivitas dan mengesampingkan subjektivitas sangat penting dalam kegiatan penelitian.
5. Mempertimbang aspek pengembangan teori. Melakukan penelitian memiliki perbedaan penting jika dibandingkan dengan problem solving. Diantara perbedaan yang mencolok yaitu sebagai berikut:
a) Dalam penelitian tidak menembuktikan tetapi menguji. Prinsip menguji adalah peneliti mencari data pendukung, data yang ada analisis, hasilnya kemudian dikembalikan pada hipotesis sementara, apakah sesuai atau menerima atau tidak sesuai dengan propesi yang akan diajukan atau ditolak.
b) Dalam penelitian selalu ada dua alternatif jawaban permasalahan, menolak dan menerima hipotesis. Sedangkan problem solving hanya ada satu arah terbukti atau salah.
6. Mengandung unsur observasi. Suatu kegiatan penelitian baru dapat dikatakan
Penelitian jika dalam proses mencapai tujuan mengandung unsur pengamatan terhadap objek atau subjek yang di teliti.
7. Memerlukan pencatatan terhadap gejala yang muncul.Gejala ynag berasal dari objek atau subjek penelitian harus di tangkap peneliti untk diadministrasi menjadi data yang relevan.
8. Melakukan kontrol.Dlam penelitian eksperimen, agar variabel bebas dapat diketahui implikasinya terhadap variabel yang terikat, seorang peneliti perlu melakukan pembatasan agar variabel lain yang tidak di harapkan tidak berintervensi danmempunyai pengeruh terhadap variabel yang telah di rencanakan.
9. Memerlukan validasi instrumen. Alat yang hendak digunakan untuk mengukur atau mengumpulkan data dilapangan penelitian harus ada alat ukur yang valid dan universal atau tidak terpengaruh oleh faktor waktu dan tempat.
10. Memerlukan keberanian. Untuk penelitian tertentu misalnya tentang penelitian kebijakan, penelitian dampak suatu proyek, terkadang dirahasia oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
11. Dicata secara tepat oleh instansi yang berkepentingan sebagai laporan. Penelitian yang baik biasanya selalu diakhiri dengan dilaporkannya secara tertulis.

B. FUNGSI-FUNGSI PENELITIAN

Dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kegiatan penelitian merupakan salah satu media yang andal untuk memenuhi bermacam-macam fungsi seperti berikut :
1. Menentukan sesuatu yang baru. Walaupn banyak cara untuk dapat menemukan
informasi atau karya baru, dalam dunia pengetahuan penemuan yang dilakukan melalui suatu kegiatan penelitian adalah hasil yang andal dan mendapat pengakuan dari para ilmuwan.
2. Mengembangkan ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui media penelitian. Hasil dari kegiatan perkembangan ilmu pengetahuan ialah dapat dikembangkannya wawasan pengetahuan menjadi semakin luas dan berkembang dengan tanpa overlapiping (tumpang tindih) yang berati. (lihat Gambar 1.1)


Yang lalu Saat sekarang Masa yang
Akan datang

3. Melakukan validasi terhadap teori lama. Hasil penelitian digunakan sebaga
konfirmasi atau pembaruan jika terjadi perubahan yang nyata terhadap paradigma teori yang telah lama berlaku.
4. Menemukan permasalahan penelitian. Permasalahan penelitian pada prinsipnya
dapat diperoleh di mana saja seorang peneliti berada. Karena sebenarnya masalah penelitian selalu ada.
5. Menambah khazanah pengayaan ilmiah yang baru.

C. SUMBER-SUMBER ILMU PENGETAHUAN

Sebagai makhluk Tuhan, manusia diberi banyak kelebihan. Mereka tidak seperti makhluk lain misalnya Hewan, belajar atau usaha atau survive hanya dari satu media yaitu instink atau naluri kebinatangannya. Dalam usaha untuk hidup, manusia berusaha menguasai ilmu pengetahuan. Ada beberapa macam cara manusia menguasai ilmu pengetahuan untuk hidup dalam dunianya. Ada beberapa macam metode tersebut di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Melalui pengalaman. Seorang manusia bisa memilki dan menguasai ilmu
pengetahuan tertentu melalui pengalaman,baik secara individual maupun dalam hidup bermasyarakat
b. Melalui cara tradisi atau tenacity. Cara seseorang belajar menguasai suatu ilmu pengetahuan adalah menggunakan model tradisi yang berlaku di dalam masyarakatnya.
c. Melalui metode otoriras. Metode ini digunakan seseorang untuk menguasai ilmu pengetahuan jika metode pengalaman tidak dapat digunakan secara efektif. Cara lain adalah dengan bertanya atau menggunakan pengalaman orang lain.
d. Melalui metode deduktif dan induktif. Cara ini adalah yang paling lama digunakan oleh para ahli zaman Yunani dan Mesir kuno dalam mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan .
e. Menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah adalah merupakan metode unutk menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang paling tinggi nilai validitasdan ketepatannya.

D. MACAM-MACAM BENTUK PENELITIAN

Secara garis besar, penelitian dapat dibedakan dari beberapa aspek bagaimana suatu bentuk penelitian dilihat dan dibedakan.Beberapa aspek tinjauan tersebut temasuk : aspek tujuan, aspek metode, dan aspek bidang kajian.
1. Klasifikasi bentuk bentuk penelitian dari aspek tujuan, pertama yang hendak dibahas dalam subtema ini adalah penelitian daro aspek tujuan (Gay, 1981). Ada dua macam tujuan,yaitu penelitian dasar dan penelitian lanjut.
a) Penelitian dasar.Suatu bentuk penelitian dikatakan penelitian dasar apabila para peneliti yang melakukan penelitian mempunyai tujuan perluasan ilmu dengan tanpa memikirkan pada pemanfaatan hasil penelitian tersebut untuk manusia ataupun masyarakat.
b) Penelitian terapan atau yang sering disebut sebagai applied research. Para peneliti dalam hal ini mengadakan penelitian atas dasar permasalahan yang signifikan dan hidup di masyarakat sekitarnya.
2. Klasifikasi penelitian menurut aspek metode.Beberapa macam bentuk penelitian dilihat dari segi metode dapat dilihat dalam keterangan di bawah ini.
a) Penelitian diskriptif. Klasifikasi yang pertama sering ditemui dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan ialah penelitian diskriptif.
b) Penelitian sejarah. Penelitian sejarah atau historical reseach ini juga dilihat sepintas sama dengan dengan penelitian diskriptif.Ynag membedakan dalam penelitian sejarah,peneliti harus pelaku sejarah, misalnya para pemimpin yang terlibat dan tokoh-tokoh masyarakat yang mengalami dan menggunakan sumber-sumber lain term,asuk objek peninggalan kejadian, pasti, buku-buku yang berkaitan erat dengan peristiwa yang diteliti.
c) Penelitian survei.Bentuk penelitian yang kedua ini sering pula disebut sebagai penelitian normatif atau penelitian status. Penelitian survei biasanya tidak membatasi dengan satu atau beberapa variabel.
d) Penelitian ex-postfakto. Penelitian ini disebut penelitian ex-postfakto karena para peneliti behubungan pada variabel yang telah terjadi dan mereka tidak perlu memberikan perlakuan terhadap variabel yang telah diteliti.
e) Penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang ada. Karena dalam penelitian eksperimen para peneliti melakukan tiga persyaratandari satu bentuk penelitian.
f) Penelitian kuasi eksperimen. Kuasi arti lain dari semu. Penelitian ini dapat diartikan sebagai penelitian yang mendekati eksperimen atau eksperimen semu.


3. Klasifikasi penelitian menurut bidang garapan. Variasi bentuk penelitian juga dapat dilihat dari objek yang diteliti. Bentuk penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian kependidikan dan penelitian nonkependidikan.



 Penelitian kependidikan. Bidang dan garapan yang menjadi pokok penelitian adalah menekankan pada sekitar masalah pendidikan,baik yang mencakup factor internal pendidkan termsuk: komponen guru, siswa, kurikulum sistem pengajaran, manajemen, dan hubungan lembaga denganmasyarakat.
 Penelitian nonkependidikan. Penelitian nonkependidikan ini mempunyai cakupan yang luas sekali seluas bidang keahlian dan variasi dari para pembaca,dapat dimasukkan sebagai penelitian non kependidikan.






















BAB 2

STRUKTUR ORGANISASI PENELITIAN

A. MEMILIH PERMASALAHAN PENELITIAN

Walaupun usaha untuk menentukan permasalahan, tidak ada resepnya yang pasti, pembahasan tentang memilih permasalahan perlu juga diuraikan, agar para peneliti khususnya peneliti muda dapat menggunakannya sebagai acuan didalam mencari permasalahan yang signifikan untuk diteliti.
Dalam peraktiknya, sebelum permasalahan dapat dirumuskan dengan baik, permasalahan penelitian dapat dinilai dengan beberapa pertanyaan atau pernyataan sebagai berikut.
1. Problem penelitian sebaiknya memberikan kontribusi terhadap teori yang ada dan bidang peneliti yang berkepentingan.
2. Setelah dilakukanstudi terhadap permasalahan terhadap penelitian yang ada, problematika hendaknya memberikan motivasi timbulnya permasalahan baru untuk dilakukan studi dalam kegiatan penelitian berikutnya.
3. Permasalahan peneliti dapat dirumuskan dalam statemen pertanyaan.
4. Dalam bentuk kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada.

B. SEKUENSI MEMILIHPROBLEM PENELITIAN

Dalam memilih permasalahan penelitian akan lebih mudah bagi para peneliti, secara organisatoris memperhatikan langkah-langkah penting seprto berikut.
Pertama, mereka hendaknya dapat mengidentifikasi cakupan luas atau general area dari permasalahan, misalnya bidang teknologi terapan, bimbingan karier, psikologi, sosologi, manajemen,bidang ekonomi, dan sebagainya.
Kedua, mempersempit permasalahan sehingga menjadi permasalahan yang dapat diteliti atau resechable problems.
Langkah ketiga setelah masalah disampaikan ialah dirumuskan menjadi bentuk pernyataan yang sesuai dengan metode penelitianyang hendak digunakan .

C. KARAKTERISTIK PERMASALAHAN

Secara fungisional masalah penelitian mempunyai arti penting bagi para peneliti. Masalah penelitian dapat digunakan sebagai pedoman kegiatan di lapangan. Ciri-ciri permasalahan yang baik serta layak untuk diteliti

1. Dapat Diteliti
Suatu permasalahan dapat dikatakan diteliti, apabila masalah tersebut dapat diungkap kejelasannya melalui tindakan koleksi data dan kemudian dianalisis. Sebagai contoh, dalam bentuk apakah informasi pekerjaan dapat diberikan kepada para pencari kerja? Seorang peneliti tidak akan dapat memberikan jawaban secara pasti. Oleh karena itu, guna memperoleh jawaban tersebut mereka mencari informasi dengan cara bertanya dengan responden, melakukan observasi langsung di mana para pencari kerja berada, melakukan studi keperpustakan dengan buku.

2. Mempunyai Kontribusi Signifikan
Ciri-ciri suatu masalah penelitian yang kedua adalah mempunyai kontribusi nyata. Masalh penelitian dikatakan baik jika itu mempunyai manfaat bagi penelti yang bersangkutan maupun bagi masyarakat pada umumnya.





3. Dapat Didukung dengan Data Empiris
Karakteristik yang ketiga juga penting untuk dipertimbangkan adalah fenomena masalah tersebut dapat diukur baik secara kuantitatif maupan secara empiris. Ukuran empiris atau ukuran yang didasarkan pada fakta yang dapat dirasakan oleh orang yang terlibat mempunyai peranan penting.

4. Sesuai dengan Kemampuan dan Keinginan Peneliti
Karakteristis yang menganjurkan perlunya peneliti menyesuaikan kemampuan dan sesuai dengan keinginannya. Permasalahan yang mempunyai tiga karakteristik di atas akan memberikan keyakinan untuk dapat meneliti dan mengumpulkan data pendukung.

D. MERUMUSKAN PERMASALAHAN
Masalah penelitian yang sudah diidentifikasi dan dibatasi agar memperoleh masalah yang layak untuk di teliti masih harus dirumuskan agar dapat memberikan arah bagi si peneliti. Rumusan permasalahan yang baik, harus dapat mencakup dan menunjukan semua variabel maupun hubungan variabel satu dengan variabel yang lain yang hendak diteliti.













BAB 3

STUDI KEPUSTAKAN

A. MACAM-MACAM SUMBER INFORMASI

Ada bebrapa macam sumber informasi yang dapat digunakan oleh para peneliti sebagai bahan studi kepustakaan. Bermacam-macam sumber tersebut di antaranya dapat dilihat sebagai berikut.

1. Jurnal Penelitian
Sumber utama dan mempunyai nilai sangat penting dibandingkan dengan sumber-sumber informasi lainnya ialah jurnal penelitian. Banyak ragamnya tentang jurnal penelitian sebanyak bidang pengetahuan yang ada dan digeluti oleh para peneliti. Dari bermaam-macam jurnal penelitian ini termasuk diantaranya adalah : jurnal pendidikan dan cakrawala pendidikan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta.

2. Laporan Hasil Penelitian
Tidak semua hasil penelitian mempunyai kesempatan dapat dipublikasikan dalam jurnal. Mereka terserak dalam rak perpustakaan atau di masing-masing dosen pembimbing. Hasil penelitian tersebut mempunyai bobot hamir sama dengan yang ada dalam jurnal. Hasil penelitian yang ada dan subtansi lainnya dalam hasil penelitian dapat diambil sebagai acuan kepustakaan.




3. Abstrtak
Tidak lain adalah ringkasan laporan hasil penelitian. Sudah menjadi kesepakatan internasional bahwa abstrak perlu ada dalam setiap laporan hasil penelitian, baik yang dipublikasikan maupun yang belum di publikasikan.

4. Narasumber
Dalam mencari informasi, narasumber merupakan sumber informasi yang hidup. Karena mereka umunya adalah manusia yang mempunyai kriteria tentang tertentu dan mempunyai pengaruh yang positif dalam bidang ilmu tertentu dan mempunyai pengaruh yang positif dalam bidang ilmu tertentu.

5. Buku
Sumber pustaka ilmiah yang lain adalh buku yang secara resmi telah dipublikasi atau telah menjadi pegangan dalam mempelajari suatau bidang ilmu. Buku ini sangat penting karena sebagian bidang ilmu yang erat kaitannya dengan penelitian dan sebagian besar ada dalam buku yang ditulis oleh pengarang ahli.

6. Surat Kabar dan Majalah
media cetak ini adalah merupakan suber pustaka yang cukup baik dan mudah diperoleh di masyarakat. Mengingat bahwa informasi dari surat kabar dan majalah merupakan informasi yang sifatnya popular, para peneliti dianjurkan untuk lebih dahulu mengevaluasi isi yang hendak diambil.

7. Internet
Kemajuan teknologi membawa dampak yang sangat signifikan di bidang informasi. Dunia seolah semakin kecil, batas antara negara dapat di lampaui dengan tidak melakukan intervensi. Dengan kemajuan teknologi informasi, kegiatan manusia semakin mengglobal, transaksi perdagangan dapat dilakukan dengan jaringan komunikasi, informasi mengalir cepat sekali.
B. ISI STUDI KEPUSTAKAAN
Isi studi kepustakaan dapat berbentuk kajian teoritis yang pembahasannya difokuskan pada infomasi sekitar permasalahan penelitian yang hendak dipecahkan melalui penelitian. Misalnya, jika seorang peneliti hendak mengungkapkan tentang pengaruh prestasi belajar dilihat dari factor-faktor : hubungan anak dengan orangtua, pekerjaan orangtua, dan status oarngtua, maka peneliti dapat melakukan studi kepustakaan yang berhubungan dengan : teori sosiologi dan psikologi pendidikan anak serta hubungan sosial sekitar kegiatan anak dalam keluarga, perenan orangtua, dan jenis pekerjaan.

C. JUMLAH REFERENSI YANG DIPERLUKAN
Tentang berapa jumlah acuan dalam kajian pustaka kadang dinyatakan para peneliti muda atau para mahasiswa yang baru pertama kali mempunyai tugas menyusun studi literature dari sumbner-sumber pustaka yang ada dan menghubungkan dengan permasalahan penelelitian. Tidak ada batasan pasti tentang berapa jumlah buku yang harus digunakan sebagai acuan, tetapi ada petunjuk yang memberi arah bahwa semakin banyak buku dan sumber-sumber informasi yang mendukung kegiatan eksplorasi kajian pustaka, semakin baik dan menguntungkan bagi peneliti.

D. MENGORGANISASI SUBTANSI KAJIAN PUSTAKA
Setelah informasi yang berhubungan dengan permasalahan penelitian diperoleh secara komperhensif dan lengkap dengan pencatatan seumber informasi sesuai dengan aturan tata tulis yang ditetapkan, langkah berikutnya perlu diperhatikan oleh para peneliti ialah mengorganisasi materi yang diperoleh secara sistematis sebagai bahan acuan selama melakukan kegiatan penelitian.







BAB 4

TEKNIK SAMPLING

A. TEMPAT PENELITIAN
Batasan pertama yang selalu muncul dalam kaitannya dengan metodologi penelitian adalah tempat penelitian. Yang dimaksud dengan tempat penelitian tidak lain adalah tempat dimana proses studi yang digunakan untuk memperoleh pemecahan masalah penelitian berlangsung. Ada beberapa tempat penelitian, tergantung bidang ilmu yang melatarbelakangi studi tersebut. Untuk bidang ilmu pendidikan maka tempat penelitian tersebut dapat berupa kelas, sekolah, lembaga pendidikan dalam satu kawasan.

B. POPULASI PENELITIAN
Populasi pada prinsipnya adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian.

C. SAMPEL PENELITIAN
Sering kali tejadi bahwa peneliti tidak dapat melakukan studi terhadap semua anggota kelompok yang menjadi interes penelitian. Dan mereka hanya mampu mengambil sebagian dari jumlah populasi yang ada. Sebagina dari jumlah populasi yang ada tersebut diambil datanya. Cara demekian yang disebut sampel dalam penelitian.

D. MENENTUKAN JUMLAH SUBJEK
Subjek yang akan diambil dalam penelitian biasanya disebut sebagai populasi. Jika jumlah popuilasi terlalu besar, maka peneliti dapat mengambil sebagian jumlah total populasi. Sedangkan jumlah populasi kecil, sebaiknya seluruh populasi digunakan sebagi sumber pengambilan data. Sebagian dari populasi yang terpilih untuk penelitian ini jumlahnya harus memenuhi syarat mewakili populasi yang ada.

E. MEMILIH TEKNIK SAMPLING
Batasan yang lain muncul dalam proses penelitian, yaitu tenik memilih sampel. Menetukan teknik mengambil sampel ini dilakukan, setelah ketentuan besar responden yang digunakan sebagai sampel telah diperoleh. Memilih sampel, dalam suatu penelitian erat kaitannya dengan manusia dapat dibedakan menjadidua macam yaitu : dengan menggunakan teori probabilitas dan secara nonprobabilitas.

F. MEMILIH SAMPEL DENGAN TEKNIK PROBABILITAS
Ada empat macam tenik pengambilan sampel yang termasuk dalam teknik pengambilan sampel dengan teknik probabilitas sampling. Keempat teknik tersebut, yaitu:
a. samling acak
b. teknik stratifikasi
c. teknik klaster
d. teknik secara sistematis

G. MEMILIH TEKNIK SAMPEL DENGAN TEKNIK
NONPROBABILITAS
Ada empat macam teknik memilih sampel yang termasuk teknik nonprobabilitas yaitu :
1. Teknik memilih sampel secara kebetulan
2. Memilih sampel dengan teknik bertujuan
3. Memilih sampel secarakuota atau jatah
4. memilih sampel dengan cara “getok tular”



BAB 5

RENCANA PENELITIAN

A. PERIAPAN PENELITIAN
Langkah pertama yang harus diperhatikan oleh para peneliti, yaitu langkah persiapan. Pada langkah persiapan ini, para peneliti harus menyiapkan secara sistematis agar pekerjaan penelitian dapat lancar dan memecahkan permasalahan penelitian. Ada beberpa tindakan yang mesti dilakukan oleh para peneliti. Beberapa tindakan diantaranya, yaitu membuat perencanaan, merencanakan kerjasama, dan memahami maca-macam etika penelitian.

B. MEMBUAT PERENCANAAN PENELITIAN
Secara umum, rencana penelitian mempunyai beberapa komponen penting, termasuk diantaranya :
1. Halaman judul,
2. Pengantar,
3. Pendahuluan,
4. Kajian pustaka atau Landasan teori,
5. Metode Penelitian, Jadwal kegiatan lapangan, dan
6. Rencana anggaran/estimasi biaya (jika diperlukan)

C. INSTRUMEN PENELITIAN
Secara fungsional kegunaan instrumen penelitian adalah untuk memperoleh data yang diperlukan ketika peneliti sudah menginjak pada langkah pengumpulan informasi lapangan. Tetapi perlu disadari bahwa dalam penelitian kuatitatif, membuat instrumen penelititan, menentukan hipotesis dan pemilihan teknik statistika adalah termasuk kegiatan yang harus dibuat secara intensif, sebelum peneliti memasuki lapangan laboratorium.
BAB 6

ANALISA DATA

A. MELAKUKAN SKORSING
Semua data yang kembali perlu dinilai secara tepat dan konsisten, karena setiap angket merefleksikan sosok individu yang telah memberikan kontribusi dan berparitsipasi dalam menjawab angket yang telah dikirimkan reponden kepada tim peneliti. Setiap angket harus diskor dengan cara yang sama dan kriteria yang sama.

B. PROSES TABULASI
Setelah instrumen diskor, hasilnya ditransfer dalam bentuk yang lebih ringkas dan mudah dilihat. Mencatat skor secara sistematis akan memudahkan pengamatan data dan memperoleh gambaran analisisnya. Dari tabulasi, analisis data dapat dilakukan dengan secara sedrhana, yaitu dengan menggunakan prinsip analisis deskripsi, yaitu mencari jumlah skor, nilai rerata, standar penyimpangan, dan variasi penyebarannya. Data dapat pula ditampilkan dalam bentuk grafis untuk melihat gambaran secara komprehensif.

C. KEGIATAN DALAM ANALISA DATA
Kegiatan analisis data dalam suatu proses penelitian umumnya dapat dibedakan menjadi dua kegiatan, yaitu mendreskripsi data dan melakuakn uji statistika (inferensi).
1. Mendeskripsikan data
yang dimaksud dengan mendeskripsikan data adalah menggambarkan data yang ada guna memperoleh bentuk yang nyata dari responden, sehingga lebih mudah dimengerti oleh peneliti atau orang lain yang tertarik dengan hasil penelitian yang dilakuakan. Mendeskripsikan informasi dari responden ini ada dua macam. Yaitu menyusun dan mengumpulkan data yang ada, sehingga gambaran nyata terhadap responden.

2. melakukan inferensi (Uji statistika )
Berikut ini akan disebutkan beberapa kondisi yang mendorong untuk melakukan inferensi yaitu :
• Keterbatasan dana, tenaga, dan waktu merupakan alasan klasik yang sering dilakukan para peneliti untuk menggunakan inferensi dalam analisi data;
• Menggunakan konsep populasi dan sample dalam kegiatan pengambilan data;
• Melakukan testing hipotesis;
• Melakukan generalisasi hasilyang diperoleh.





















BAB 7

KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Pada subbab ini, yang dimasud dengan kesimpulan penelitian adalah pernyatan singkat tentang hasil analisis deskripsi dan pembahasan tentang hasil penetesan hipotesis yang telah dilakukan di bab sebelumnya. Tujuan penulisan kesimpulan adalah untuk memberikan kesempatan dan informasi kepada pembaca guna mengetahui secara cepat tentang apa hasil akhir yang diperolehkan dari peneltian yang telah dilakukan.

B. IMPLIKASI
Subbagian yang memiliki arti penting lainnya, yaitu bagian implikasi. Dalam subbagian ini peneliti dapat melaporkan suatu analisis yang lebih mendalam yang berkaitan dengan kesimpulan utamanya. Ketika terjadi rangkaian yang perlu mendapat penjelasan mengapa suatu kesimpulan tersebut terjadi, dan menarik untuk diketahui oleh para pembaca atau para pengguna lainnya.

C. SARAN-SARAN
Saran yang diberikan kepada para pembaca, sebaiknya saran-saran yang betul- betul didasarkan atas hasil temuan dalam studi yang telah dilakukan, dan bukan berupa pendapat atau tinjauan idealis pribadi peneliti.





D. BAGIAN AKHIR LAPORAN PENELITIAN
Bagian akhir dari suatu laporan penelitian biasanya berisi daftar pustaka, yaitu catatan secara sistematis tentang semua sumber-sumber yang digunakan sebagai acuan atau referensi yang digunakan dalam penelitian. Catatan tersebut disusun secara sistematis misalnyatentang nama penulis, tahun terbit, judul buku, kota di manapenerbit berada, dan perusahaan yang menerbitkan.

























BAB 8

EVALUASI LAPORAN PENELITAN

A. TATA TULIS LAPORAN PENELITIAN
Tata tulis laporan penelitian pada umumnya mencakup :
1. kertas naskah dan sampul,
2. pengetikan,
3. penomoran,
4. penyajian table dan gambar,
5. pengutipan, dan
6. penulisan daftar pustaka.

B. SUBTANSI LAPORAN PENELITIAN
Untuk melakukan evaluasi terhadap suatu penelitian, beberapa kriteria pertanyaan sebagai alat bantu evaluasi dapat digunakan sesuai dengan komponen laporan penelitian. Beberapa pernyataan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Bab I Pendahuluan
2. Bab II Landasan Teori
3. Bab III Metode Penelitian
4. Bab IV Analisis Data
5. Bab V Kesimpulan, Implikasi, dan Saran







BAB 9

INSTRUMEN PENELITIAN

A. VALIDITAS INSTRUMEN
Suatu instrumen dikatakan valid jika instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang hendak diukur, Gay (1983). Seorang guru melakukan tes untuk melakuakan penilian apakah para siswa dapat menguasai pengetahuan yang telah diberikan di kelas. Agar dapat memperoleh hasil yang baik gur tersebut perlu membuat atau mengembangkan tes yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, kemudian memanfaatkannya untuk peserta didik.

B. REABILITAS
Syarat lainnya yang juga penting bagi seorang peneliti adalah reabilitas. Reabilitas sama dengan konsistensi atau keajekan. Suatu instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reabilitas yang tinggi, pabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendak diukur. Ini berarti semakin reliable tes memiliki persyaratan maka semakin yakin kita dapat menyatakan bahwa dalam hasil suatu tes mempunyai hasil sama ketika dilakukan tes kembali.

C. MENGUKUR HOMOGENITAS
Cara mengukur konsistensi internal ialah yang tidak harus dengan membagi tes menjadi dua bagian, prosedur ini menilai konsistensi antarintern atau homogenitas item-item dalam satu set tes yang direncanakan. Mengukur homogenitas pada dasarnya adalah memperhitungkan dua sumber kesalahan yang muncul pada tes yang direncanakan.



D. KESALAHAN BAKU DALAM PENGUKURAN
Konsep lain yang juga merefleksikan konsistensi suatu tes adalah nilai kesalahan baku pengukuran. Kesalahan baku pengukuran merupakan estimasi tentang bagaimana seorang peneliti mengharapkan kesalahan dari tes yang telah dibuat. Kesalahan baku pengukuran pada umunya dapat juga menunjukan tingkat reabilitas tes. Jika nilai kesalahan baku pengukuran suatu tes yang telah dibuat kecil, berarti reabilitas tes tersebut tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar